Etiologi Internet Addiction
Sebelum kita
menjelaskan tentang Internet Addiction, kita jelaskan dulu apa itu Internet ?
A.
Pengertian Internet
Pengertian menurut para ahli :
· Menurut
strauss, El-Ansary, Frost (2003, p8) Internet adalah seluruh jaringan
yangsaling terhubung satu sama lain. Beberapa komputer- komputer dalam jaringan
ini menyimpan file, seperti halaman web, yang dapat diakses oleh seluruh
jaringan komputer.
· Menurut
O`Brien (2003, p10) Internet merupakan jaringan komputer yang berkembang
pesatdari jutaan bisnis, pendidikan, dan jaringan pemerintahan yang saling
berhubungan dengan jumlah penggunanya lebih dari 200 negara.
· Menurut
Allan (2005, p12) internet adalah sekumpulan jaringan komputer yang saling
terhubungsecara fisik dan memiliki kemampuan untuk membaca dan menguraikan
protokol komunikasitertentu yang disebut Internet Protocol (IP) dan
Transmission Control Protocol (TCP). Protokol adalah spesifikasi sederhana
mengenai bagaimana komputer saling bertukar informasi.
Berdasarkan tiga pengertian internet
diatas dapat disimpulkan internet merupakan seluruh jaringan yang saling
terhubung secara fisik dan memiliki kemampuan untuk membaca dan menguraikan
protokol komunikasi dengan jumlah pengguna lebih dari 200 negara.
B.
Apa itu Internet Addiction ?
Addiction atau adiksi atau kecanduan
adalah keadaan dimana seseorang memiliki dorongan tak terkendali, sering
disertai dengan hilangnya kontrol, keasyikan dengan penggunaan, dan terus
menggunakan meskipun menyebabkan masalah Penggunaan kata adiksi sebenarnya
lebih tepat digunakan pada kecanduan obat. Meskipun demikian, definisi adiksi
telah mengalami pergeseran arti dan mencakup sejumlah perilaku, seperti judi
berulang, bermain video game, makan berlebihan, olahraga, hubungan percintaan,
dan menonton televisi (Young, 2017). Selama beberapa dekade, muncul literatur
yang mengembangkan arti adiksi internet dan telah dilegitimasi. Internet
addiction atau kecanduan internet adalah salah satu gangguan kejiwaan yang
ditandai dengan keasyikan yang berlebihan atau tidak terkontrol, mendesak atau
perilaku tentang penggunaan komputer dan akses internet yang menyebabkan
gangguan atau distres (Shaw & Black, 2008).
Young (2010) menyebutkan bahwa adiksi
internet didefinisikan sebagai ketidakmampuan individu untuk mengontrol
penggunaan internet, menghasilkan masalah berat dan ketidaklengkapan kerja otak
atau mental fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Kecanduan internet
merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan menghabiskan sejumlah waktu yang
sangat banyak dalam menggunakan 12 internet dan tidak mampu mengontrol penggunaanya
saat online. Menurut Orzack (2004) kecanduan internet merupakan suatu kondisi
dimana individu merasa bahwa dunia maya dilayar komputernya lebih menarik
daripada kehidupan nyata sehari-hari yang dijalaninya.
Berdasarkan definisi yang telah
dikemukakan para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa adiksi internet merupakan
penggunaan internet yang dilakukan seseorang secara berlebihan sehingga
ketergantungan untuk menggunakannya secara terus-menerus tanpa memperhitungkan
keadaan situasi dan kondisi yang sedang dialaminya.
C.
Apa saja yang bisa menyebabkan Internet Addiction ?
Faktor-faktor yang mempengaruhi addiction
internet menurut Montag dan Reuter (2015), yaitu:
1. Faktor sosial
Kesulitan dalam melakukan komunikasi
interpersonal atau individu yang mengalami permasalahan sosial dapat
menyebabkan penggunaan internet yang berlebihan. Hal tersebut disebabkan
individu merasa kesulitan dalam melakukan 16 komunikasi dalam situasi face to
face, sehingga individu akan lebih memilih menggunakan internet untuk melakukan
komunikasi karena dianggap lebih aman dan lebih mudah dari pada dilakukan
secara face to face. Rendahnya kemampuan komunikasi dapat juga menyebabkan
rendahnya harga diri, mengisolasi diri menyebabkan permasalahan dalam hidup
seperti kecanduan terhadap internet (Reuter, 2015).
2. Faktor psikologis
Kecanduan internet dapat disebabkan
karena individu mengalami permasalahan psikologis seperti depresi, kecemasan,
obsesive compulsive disorder (OCD), penyalahgunaan obat-obat terlarang dan
beberapa sindroma yang berkaitan dengan gangguan psikologis. Gangguan tersebut
memicu individu untuk melarikan diri dari masalah, menerima hiburan menjadi
rasa senang dari penggunaan internet. Pelarian diri ini menyebabkan individu
terdorong untuk lebih sering menggunakan internet sebagai pelampiasan dan akan
menyebabkan kecanduan (Reuter, 2015).
3. Faktor biologis
Penelitian yang dilakukan oleh Montag
& Reuter (2015) dengan menggunakan functional magnetic resonance image
(fMRI) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan fungsi otak antara individu yang
mengalami kecanduan internet dengan yang tidak. Individu yang mengalami
kecanduan internet menunjukkan bahwa dalam memproses informasi jauh lebih
lambat, kesulitan dalam mengontrol dirinya dan memiliki kecenderungan
kepribadian depresif.
D.
Dampak dari Internet Addiction
Apa saja dampak negatif yang
ditimbulkan akibat kecanduan internet adalah sebagai berikut :
· Berkurangnya
interaksi sosial secara langsung dengan teman-teman karena ketika berkumpul
bersama subjek merasa teman-temannya lebih banyak bermain handphone
dibandingkan ngobrolnya.
· Seringnya
menunda-nunda pekerjaan karena keasyikan bermain gadget.
· Mengalami
insomnia atau susah tidur karena terlalu asyik dengan gadget hingga melupakan
waktu jam tidur.
· Terganggunya
kesehatan mata subjek yang disebabkan oleh kelemahan fisik akibat kurangnya
istirahat karena terus menerus menggunakan internet.
· Menurunnya
prestasi belajar subjek karena ketika sedang asyik bermain internet subjek
merasa malas untuk belajar.
E.
Tindakan preventive serta intervensi pada kasus Internet Addiction
Upaya apa yang bisa dilakukan untuk
mencegah terjadinya kecanduan game online di kalangan remaja? Terlebih dahulu
kita harus memiliki kemampuan Self-Regulation yang baik pada diri kita kemudian
diterapkan dengan melakukan bersama-sama dalam lingkungan peer. Self-Regulation
adalah kemampuan seseorang untuk mengelola tingkah lakunya sendiri melalui
observasi, evaluasi, dan konsekuensi (Bandura, 1991). Berikut adalah beberapa
jenis skill yang dipaparkan oleh Roos & Witkiewitz (2017) dalam reviewnya
yang berjudul “A Contextual Model of Self-regulation Change Mechanisms Among
Individuals With Addictive Disorders” dimana hal ini merupakan kunci
berhasilnya seseorang dalam mengatur dirinya, sehingga tidak menjadi adiksi.
Berikut adalah skill-skill Self-Regulation yang dapat mencegah kecanduan game
online:
1. Acceptance : kemampuan ini berfokus
pada penerimaan diri seseorang dengan melepas keinginannya dalam hal ini
bermain game online secara berlebihan dengan tidak menuruti keinginan tersebut.
2. Behavioral Activation: kemampuan ini
menekankan untuk mengaktifkan diri pada kegiatan yang lebih bermanfaat dengan
tidak melibatkan diri untuk bermain game online. (contoh: aktif dalam organisasi
sekolah).
3. Defusion: kemampuan untuk menyadarkan
pikiran kita bahwa bermain game online
bukan hal yang terlalu penting untuk dipikirkan.
4. Active Communication: mampu menolak
bila diajak bermain game online.
5. Emotional Awareness: mampu peka
ketika ada dorongan emosi untuk bermain game online dan bisa menghindarinya.
6. Exercise: : Melibatkan diri dalam
aktivitas fisik untuk mengatasi dorongan bermain game online (contoh:
bersepeda, jogging, dll).
7. Grounding : kemampuan ini berfokus
pada sensasi pernafasan agar tubuh menjadi relax sehingga dapat mengontrol diri
ketika muncul dorongan bermain game online.
8. Cognitive Reappraisal: mampu
mengingatkan diri tentang apa saja dampak negatif dari bermain game online jika
berlebihan atau apa saja dampak positif yang didapat jika mengurangi waktu
bermain game online.
9. Problem Solving: mampu melakukan
brainstorming dengan cara yang berbeda untuk mengatasi keinginan menambah waktu
bermain game online.
10. Seeking Social Support: bergabung
pada orang lain yang dapat mendukung dan membimbing agar mampu mengatasi
keinginan bermain game online.
11. Self Compassion: mampu simpati pada
diri sendiri bahwa tidak masalah memiliki keinginan, dalam hal ini bermain game
online.
12. Spritual/Religious Coping: memperkuat
iman dengan rajin berdoa agar mampu mengatasi dorongan untuk bermain game
online.
13. Stimulus Control: mampu meninggalkan
situasi yang memicu dorongan untuk bermain game online.
14. Value Clarification: kemampuan ini
berfokus pada penekanan nilai-nilai yang didapat untuk selalu mengingatkan
kepada diri mengenai komitmen diri agar mencapai tujuan, dalam hal ini
tujuannya adalah mencegah agar tidak mengalami kecanduan game online.
Intervensi psikologis mungkin
mencakup perubahan lingkungan atau perubahan asosiasi yang telah dibuat oleh
Internet, atau mengurangi penguatan yang diterima akibat penggunaan Internet
yang berlebihan. Intervensi interpersonal mungkin terdiri dari pendekatan
seperti pelatihan ketrampilan sosial atau pendampingan (coaching) dalam
keahlian-keahlian komunikasi. Terapi keluarga dan pernikahan mungkin dapat
diterapkan jika pengguna beralih ke Internet sebagai pelarian terhadap
masalahmasalah dalam keluarganya.
Daftar Pustaka
Roos dan Witkiewitz. (2017). A
Contextual Model Of Self-regulation Change Mechanisms Among Individuals With
Addictive Disorders. Journal of Clinical Psychology Review. Vol :
57, (117-128).